Karena
dengan alasan untuk mengusir dari serangan hama Babi di kebun miliknya,
Johansyah terpaksa merakit bom untuk membunuh babi-babi terssebut. Bom buatan
Johansyah yang tinggal di Desa Kandangan Lama Kecamatan Panyipatan ini, dengan
menggunakan bola tenis meja.
Entah
mendapat ilmu dari mana Johansyah bisa merakit bom bola tenis meja tersebut
dengan menggunakan sejumlah bahan-bahan yang mudah meledak.
Kasat
Reskrim Polres Tala AKB Ade Papa Rihi, Kamis (11/2) kemarin mengatakan, bom-bom
produk Johasyah di duga ada menggunakan bahan peledak yang memang di gunakan
untuk berburu binatang babi, ujarnya.
“hasilnya
memang dahsyat, beberapa hewan sapi yang di temukan mengalami kerusakan atau
hancur di bagian wajah akibat ledakan bom, dan sebanyak 8 buah bom bola tenis
meja yang di dalamnya di isi dengan sejumlah bahan-bahan belerang dan bahan
mesiu yang biasa di pakai dalam senjata mainan anak-anak.
Kesemua
bom bola tersebut, kini tengah di periksa di Brimob Polda Kalsel, karena radius
suara ledakan bisa di dengar antara 1 sampai 2 km.
Ade
menambahkan, jenis bahan peledak yang di gunakan Johansyah sendiri tengah di
periksa Brimob Polda Kalsel, apakah masuk dalam kategori low atau high, atau
terdapat kadungan apa saja, dan yang utama sekali adalah tindakan pencegahan
jika seandainya terinjak kaki manusia, karena memang penemuan bom itu berada di
jalan yang kerap kali di lewati masyarakat.
Sementara
itu menurut Johansyah, bom itu jika meledak hanya seperti suara petasan dan memang
dapat di dengar sejauh 1 setengah km, di samping fungsinya memang untuk
membunuh serangan babi ke ladang sawah, katanya.



Post a Comment
Comen